Minggu, Oktober 14, 2018

Selamat datang Elementary OS: Linux Ala Mac yang Ringan & Cantik

Install Elementary OS. Welcome LOKI

Halo, mau nulis nih tentang pengalaman dan cara install elementaryOS Linux. Mumpung internet lagi ngebut, sambil nunggu update dan upgrade os :D

Sebelum dimulai saya mau sedikit cerita tentang pengalaman saya menggunakan sistem operasi Linux. Sebagai lulusan teknik komputer jaringan, saya sudah cukup familier dengan sistem operasi Linux karena memang saat SMK diajarinya ini, dulu sih pakai debian untuk bangun jaringan. Selain itu saya juga install Ubuntu untuk sehari-hari.

Tapi semenjak kuliah, saya harus beralih ke OS jendela untuk memenuhi tuntutan tugas dan skripsi. Sampai akhirnya setelah kemaren akhirnya bisa lulus kuliah hehe..
saya memutuskan kembali ke cinta lama saya di Linux <3

Alasan utama saya memilih linux sebenarnya karena OS ini ringan dengan gadget saya yang terbatas resourcenya. Selain itu lebih aman dari virus dan asyiknya ngotak-atik jadi alasan lain kenapa saya memilih os ini. Hehe dulu bisa berjam-jam saya habiskan tak terasa kalau lagi ngotak atik linux.

Namun karena makin kesini waktu ngotak-atik semakin terbatas. Akhirnya untuk migrasi kali ini saya memilih untuk mencari distro yang mudah, ringan, dan langsung pakai.

Beruntung kenal suhu idola, Wahid, tim research dari kantor lama saya yang juga pemakai linux. Langsung saya minta rekomendasi "Linux yang gampang gak pakai mikir susah, enak, enteng"

Elementary OS jadi pilihan pertama yang disarankan oleh Wahid. Langsung tanpa cas cis cus saya download dan install OS ini.

Cara install OS Elementary Linux 
1. Pertama saya download dulu di situs resminya di elementary.io
karena saya maunya gratisan :| pas isian donasi saya pilih $0
2. Setelah berhasil download, saya bikin installer usb, jadi saya install linux dari USB karena kebetulan laptop saya tidak ada CD roomnya.
3. Selanjutnya usb di colokkan ke komputer, ubah bootable nya ke USB di BIOS. Lalu nyalakan komputer :D
4. Ikuti panduan installnya,
saya inget banget dulu pas belajar installasi komputer, sebenarnya kunci untuk bisa install komputer adalah mau baca. Selain itu ada trik dari guru saya kalau mau install sebenarnya ikuti aja panduan postifinya, alias next next next..gitu aja hehehe..

tapi kuncinya di baca sih, karena sebenarnya tulisan dan panduan ada di setiap proses instalasi. Kalau kurang jelas bisa di search di mesin pencari, akan banyak pengertian dan solusi yang tersebar di internet.

5. OS Elementary Linux berhasil diinstal!!

Yeay..

So...
post ini emang tidak berisi tutorial lengkap, karena proses instalasi kemaren juga tidak saya dokumentasikan. Kalau mau cari tutorial lengkap dengan screenshoot bisa di cari di google ya :D hehehe

Sejauh ini sih saya menggunakan OS ini emang ringan sih. Tampilan menyerupai Mac, cantik, dan sudah ada bawaan browser, pemutar musik, penampil gambar, email, kalender, sama app center.
Driver juga sudah langsung jalan dengan baik, artinya saya nggak perlu lagi nyari driver untuk sound dan wifi. Semua langsung nyala, lancar jaya di notebook dibawah 3 juta dengan ram 2gb dan CPU AMD yang pas-pasan. ( Well, laptop saya pas di install pakai OS windows, buat buka browser 3 tab saja ngehang, dan harus di hard shut down alias dipencet tombol power untuk nyalain lagi...hiks..)

Dengan os yang ringan ini, bikin laptop saya juga bisa berjalan normal tanpa ngehang -hang lagi.

Sejauh ini belum ada keluhan.
Mungkin kekurangannya adalah belum ada aplikasi office bawaan, jadi harus install sendiri.
Selebihnya, semua gampang, ringan, dan cantik :D

Semoga awet dan betah ya Loki .Terima kasih <3

Sumber image: Wikipedia



Rabu, Oktober 03, 2018

Sudah tahu beda Psikolog dan Psikiater?



Halo, sudah tahu belum bedanya Psikolog dan Psikiater? Dua profesi yang ternyata berbeda meskipun masih dalam satu lingkup kejiwaan.

Setelah sekian lama saya mau kembali menulis di blog tentang pengalaman saya ke psikolog.

Kemaren setelah menyadari saya butuh bantuan profesional, jujur saya bingung mau kemana dulu.  Saya juga baru tahu ternyata psikolog dan psikiater itu berbeda. Sebelumnya saya pikir itu dua istilah profesi yang sama. hhehe..ternyata tidak.


Apa beda psikolog dan psikiater?

infografis beda psikolog dan psikiater

.
Infografis di atas saya buat untuk memetakan perbedaan dari psikolog dan psikiater.

Pendidikan Psikolog dan Psikiater
Dari pendidikan saja profesi psikolog dan pskiater sudah berbeda. Seorang berprofesi psikolog berarti sudah menempuh pendidikan S1 Psikologi dan Magister Profesi Psikologi dengan gelar M.Psi.

Sementara untuk seorang psikiater, mereka adalah orang yang sekolah S1 nya Kedokteran dan mengambil spesialis kejiwaan dengan gelar dr. dan Sp. KJ (Spesialis Kejiwaan).

Jelas dari jenjang pendidikan dua profesi tersebut sudah berbeda. Fokus seorang psikolog mempelajari tentang teori manusia, perkembangannya, sementara psikiater banyak fokus ke perubahan fisiologis dan biologis.

Teknik pengobatan
Seorang psikolog akan melakukan terapi psikologis dengan sebelumnya melakukan tes-tes dan fokusnya ada pada kesehatan mental klien.

Sementara seorang psikiater menggunakan obat untuk mengobati pasiennya dan fokus pada penyakit mental.

Kapan saya harus ke psikolog? dan kapan saya harus ke psikiater?

Mengutip dari Republika, dr Danaradi Sosromiharjo, SpKJ (K)

"Perbedaannya hanyalah pada tingkat kecemasannya saja. Kalau pasien mengalami kecemasan ringan seperti tes belajar, tes bakat dan gangguan belajar sebaiknya lebih disarankan untuk melakukan terapi dengan psikolog. Akan tetapi kalau timbul gejala biologis yang lebih parah, seperti bipolar dan skizofrenia maka sebaiknya terapi ke psikiater," katanya.

Kalau pengalaman saya sendiri saat sedang merasa tidak baik-baik saja, saya direkomendasikan oleh teman untuk ke psikolog dulu, karena kondisi saya masih termasuk ringan.

Yah tapi pada dasarnya kemanapun, jika kita merasa "tidak baik-baik saja" dan butuh bantuan profesional, sebenarnya semua sama saja. Baik psikolog maupun psikiater pasti akan menganalisis kebutuhan pengobatan kita dan rujukan tempat terbaik untuk berobat. 

Yang penting pesan teman saya, adalah jangan sampai melakukan diagnosis sendiri. Datang ke profesional akan sangat membantu menyembuhkan kondisi kesehatan kita.