Minggu, Februari 21, 2016
Meningkatkan Kemampuan Logika dan Bahasa
Sulit berbicara dan berfikir sistematis? Ditanya ini jawabnya itu. Kadang kurang nyambung. Kadang kecepetan berfikir, tapi juga kadang suka lemot.
Mungkin kamu pernah kenal dengan orang seperti itu?
Atau kamu sendiri mengalaminya?
Itu yang saya mulai sadari dan rasakan akhir-akhir ini.
Saya kesulitan berfikir sistematis. Kecendrungan pakai perasaan membuat saya makin susah pakai logika dan pikiran. Otak dan pikiran acak banget.
Saya bisa melompat dari pikiran satu ke pikiran lain dengan cepat.
Iya sih memang jadinya kreatif. Punya gambaran luas.
Tapi itu bikin saya gampang terdistraksi. Gampang teralihkan. Akhirnya ndak ada yang terealisasi dan kelar.
Pikiran yang mudah loncat-loncat, juga membuat saya jadi sulit untuk berbicara dan berbahasa yang benar. Saya merasa masih kurang nyambung saat berkata, dan saya ndak bisa bercerita.
Ketika bercerita, pendengar saya masih suka ndak paham. Karena ada saja bagian yang acak dicerita saya. Entah terbalik, atau hilang.
Saya butuh waktu beberapa saat untuk menyusunnya menjadi sistematis.
Kalau lihat orang-orang yang pandai berbicara itu mereka tampaknya tak pernah berpikir untuk mengeluarkan kata-katanya.
Logikanya bisa jalan dan kata-katanya bisa sistematis.
Karena saya sadar kekurangan saya itu, saya mulai cari-cari kenapa saya seperti ini. Hasil analisis singkat, karena memang saya jarang berlatih. Saya cendrung selama ini menggunakan perasaan dan tidak pakai logika. Saya juga jarang berlatih untuk bicara dan bercerita. Sudah males duluan, takut ndak didengerin.
Lalu kemarin saya juga sempet baca tentang orang yang pinter berbahasa itu logikanya bagus. Menyusun kata yang baik dan benar bisa menunjukan dia punya logika yang bagus.
Baiklah, secara ringkas PR saya :
1. Mulai berlatih mengimbangkan logika dan perasaan
2. Berlatih bercerita
3. Meningkatkan skill berbahasa Indonesia
Nanti diupdate lagi deh hasilnya setelah 3 bulan yaaa..insyaallah ingatkan saya biar ndak lupa :D
Jumat, Februari 05, 2016
Rindu
Hai tuan pemilik rinduku.
Kapan ya kita bertemu?
Rasanya sudah rindu sekali.
Tapi tenang saja tuan,
Tapi tenang saja tuan,
Sabarku merawat rindu akan selalu bertahan selama itu tertuju padamu.
Karena pasti akan tiba waktunya kita bertemu.
Kamis, Februari 04, 2016
Perbedaan Buat Kita Saling Melengkapi Sayang
Hai Sayang,
Surat untukmu lagi. Padahal surat kemarin saja belum aku hantarkan. Aku masih malu mau mengantarkan padamu.
Kali ini jangan tanya alasannya kenapa malu. Karena aku nantu jadi harus berfikir mencari alasannya. Hal yang jarang aku lakukan. Karena aku terlalu sering melakukan sesuatu tanpa alasan. Seperti saat aku memutuskan mencintaimu. Ciee..
Eh atau mungkin sebenarnya ada alasanya aku mencintaimu? coba deh nanti aku pikirkan.
Tapi pasti butuh waktu, kamu harus tahu berfikir dan melogikan hati itu susah bagi orang sepertiku.
Tapi pasti butuh waktu, kamu harus tahu berfikir dan melogikan hati itu susah bagi orang sepertiku.
Iya aku terlalu sering memakai perasaan. Aku bisa mudah optimis dan percaya pada hatiku dan diriku sendiri. Tanpa berpikir panjang alasan dan logika dibaliknya.
Berbeda denganmu, yang rasanya selalu punya jawaban atas semua pertanyaaan. Aku kagum padamu lho Sayang. Bisa imbang antara hati dan pikiran. Kapan kamu berfikirnya ya kok bisa cepet kayak gitu. Logikamu rasanya jalan terus. Mungkin karena bawaan pria seperti itu ya, baanyak pakai logika dan perempuan pakai perasaan. Tapi aku tetsp terus belajar kok untuk tetap berlogika ditengah dominasi perasaanku.
Duh surat cinta apa ini, malah curhat. Yang pasti perjalanan kita masih panjang. Kedepan pasti akan banyak tantangan yang perlu kita lewati. Aku percaya kita bisa bekerja sama menghadapi nya Sayang. Yang pasti aku mempercayaimu, seperti aku mempercayai diriku sendiri bisa menjadi yang terbaik buat mu.
Rabu, Februari 03, 2016
Teruntuk Badanku dan Sepuluh Kilo kelebihannya
Apa kabar? Aku dengar kabar kamu baru saja kehilangan sepuluh kilo beratmu. Aku kaget kamu berhasil menurunkan sebanyak itu. Pasti kamu
berjuang sangat keras untuk mengurangi hampir seperdelapan bagian dari dirimu?
Aku harap kamu masih tetap sehat dan baik-baik saja ya.
Hai Badan yang kuat
Mungkin kamu kemarin sudah sangat lelah membawa beban lemak dalam dirimu. Kamu geram pemilik badan mu begitu seenaknya memasukkan
apapun padamu. Tanpa berfikir bagaimana kamu mengolah semua makanan sampah yang
masuk itu. Bahkan mungkin sinyal-sinyal yang kamu berikan tanda kalau kamu
lelah pun sering diabaikan olehnya. Duh kasihan kamu. Kamu pasti begitu kuat ya
menghadapi kebodohan pemilikmu. Terimakasih ya buat kekuatanmu selama ini.
Hai Badan yang bertanggung jawab
Tanggung jawab, mungkin perlu aku pelajari dari mu untuk ngerjain skripsiku. Kamu yang selalu mengerjakan apa yang menjadi tugasmu. Aku sih tidak terbayang, bagaimana kalau kamu menjadi badan yang tidak bertanggung jawab. Misalnya suatu waktu pemilikmu lagi tidur, tahu-tahu kamu ingin jalan-jalan, dan kamu melepaskan diri dari pemilikmu. Jalan-jalan sendiri. Duh seremnya.
Selasa, Februari 02, 2016
Untuk Kita Satu Bulan ini
Surat cintaku kali ini mendarat padamu. Katamu kamu bukan
orang yang suka membaca, tapi aku tetap suka menulis untukmu. Karena bagiku menulis
itu seperti aku padamu. Jatuh cinta. Berkali-kali.
Sayang,
Sudah sebulan kita menjalin cerita. Memang belum lama. Sebulan yang menyenangkan. Walau sedikit lelah karena harus sering meredam rindu. Kamu itu candu. Rasanya ingin tiap hari bertemu, mengenalmu lebih dalam,
berbagi dan mendengar cerita tentang apapun, tertawa
atau mungkin hanya diam disampingmu. Iya Sayang, aku menikmati setiap waktu saat bersamamu.
Sayang,
Aku tak akan berusaha merubahmu atau
menyalahkan masa lalumu. Kamu yang kutemui sekarang adalah hasil pelajaran masa lalumu. Aku sayang kamu yang sekarang. Jika ingin berubah, berubahlah jadi versi
terbaikmu ya. Pun aku juga akan berjuang menjadi yang terbaik dari diriku. Saling dukung dan mengingatkan ya, Sayang. Aku percaya kita bisa bekerja sama demi kebaikan berdua.
Terimakasih untuk satu bulan berjalan
ini,Sayang, kamu telah hadir dan menjadi salah satu alasan bahagiaku. Sesungguhnya tak ingin ku menghitungi waktu hubungan kita. Kayak alay ya? Hehe
Karena sungguh harapku, waktu untuk cerita kita tak berbatas.
Aku tahu memang tak ada yang bisa menunjukan sampai kapan dan bagaimana akhir cerita kita. Pun tak pernah tahu apa tantangan yang akan kita hadapi didepan. Maka ayo kita membangun cinta dikesempatan yang ada.
Lalu biar aku titipkan semua harapku dalam doa saja. Agar tenang seperti selama ini yang merindumu dengan sabar. Serta tetap percaya ujung dari cerita kita adalah kebaikan bersama.
Peluk cium dari yang merindumu
Perempuan penemu brownis lempung
Senin, Februari 01, 2016
Untuk Gadis Kuat Yang Kucintai

#30HariMenulisSuratCinta
Hai Cantik,
Terimakasih untuk perjuanganmu selama ini.
Kamu sungguh kuat
bisa bertahan sampai sekarang.
Aku ingat, bagaimana tangismu datang tanpa suara.
Ekspresi wajahmu menahan sakit didada ketika harus menahan
air mata.
Dan aku juga bangga, setelah segala luka yang kamu simpan
itu,
kamu tetap tersenyum didepan mereka.
Hai gadis yang lembut,
Kamu tentu masih ingat hal-hal buruk yang selama ini terjadi
padamu,
Prilaku dan ejekan kasar orang-orang , celaan, hinaan bahkan
dari orang-orang terdekatmu
Yang selama ini membuatmu menjadi gadis ketakutan, minder,
dan tak percaya diri
Hatimu yang lembut, menerima semua itu dalam diam
Namun sungguh aku tahu dalam diam kamu menyembunyikan lukamu
sendiri
Hai gadis yang kuat,
Kamu mungkin tak selalu dapat apa yang kamu inginkan
Tapi aku kagum, kamu begitu kuat selama ini,
Kuat bertahan, bahkan untuk terus berjalan.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Bagi beberapa orang bertemu dokter gigi adalah hal yang mengerikan. Itu berlaku juga bagi saya. Saya jarang sekali ke dokter gigi. :'( k...
-
Halo apa kabar? Semoga selalu sehat dan diberikan ketenangan serta kedamaian ya. Kali ini saya mau bahas tentang makanan gizi seimbang . Top...
-
Alhamdulillah saya baru saja melaksanakan pernikahan pada tanggal 29 Desember 2020 lalu. Proses nikah jadi spesial berbeda di masa pandemi s...