Rabu, Januari 27, 2016

Memutuskan (Kembali) Sehat

Di blog ini pernah saya cerita keinginan untuk mulai hidup sehat. Saya mulai rutin olahraga, saya makan makanan sehat dan saya hitung kalori. Niat saya memang untuk menurunkan status obesitas menjadi normal.

Bagaimana hasilnya? saya berhasil setengah dari target lho. Saya turun 10 kg. Senang. Tentu. Saya memberi hadiah ke diri sendiri dengan membeli beberapa baju yang ukurannya lebih kecil. Bahagia sekali rasanya.

Saat memutuskan sesuatu, kadang harus ada yang dikorbankan
Namun sayang sekali, baru setengah jalan, saya mengendurkan komitmen diet saya. Ada beberapa yang berubah dari hidup saya sehingga harus memilih memikirkan perubahan itu, dibanding menjaga hidup sehat.

Jumat, Januari 08, 2016

Pagi Bersama Tere Liye

Pagi Kamu. Jadi pagi-pagi saya sudah mantengin page bang Tere Liye.  Disana banyak status beliau yang saya suka. Dan biar tidak hilang saya copas disini ya.

“Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Hei, kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya. Tetapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.”
― Tere Liye, RINDU


 "Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”
― Tere Liye, novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"