Allah menutupi aib manusia dengan baik dan rapi. Itu satu pelajaran yang saya dapat kemarin. Beberapa waktu lalu saya melakukan sesuatu kekhilafan. Saya sudah mempersiapkan diri untuk menerima segala resiko. Namun Allah dengan baik menolong dan menyembunyikan aib saya. Hal yang tidak saya sangka dan pikirkan sebelumnya. Semua berjalan seperti biasa, dan begitu selesai saya baru sadar, Allah sangat cantik menutup aib saya. Saya menangis.
"seandainya dosa memiliki bau, kalian tidak akan mampu berdekatan denganku karena busuknya bau dosaku.” (Shifatus Shafwah : III/268 dalam Ensiklopedi Hikmah nomor 351 hlm. 214). Dikutip :http://www.oaseimani.com/muhammad-bin-wasi.html
Dan tak pantas saya sombong atau bangga, karena yang saya sombongkan dan banggakan itu tidak ada apa-apanya dari aib-aib yang Allah tutupi. L seandainya saja aib dan dosa saya berbau busuk saya yakin saya sendiri bahkan tak mampu untuk menghirup udaranya.
Lalu saya berfikir, kalau Allah saja menutupi aib saya dengan cantik, masak malah saya sendiri yang membuka aib buruk saudara saya sendiri. Astaghfirullahaladzim.
Lalu saya berfikir, kalau Allah saja menutupi aib saya dengan cantik, masak malah saya sendiri yang membuka aib buruk saudara saya sendiri. Astaghfirullahaladzim.
“Barang siapa menutupi aib saudaranya (yang muslim), maka Alloh akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang membuka aib saudaranya maka Alloh akan membuka aibnya, sehingga Alloh akan mempermalukannya lantaran aibnya, sehingga ia merasa malu di rumahnya sendiri.”(HR. Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Hurairoh).
:)
BalasHapussetujuh mb meg :)
BalasHapussipp dek HF ! :D
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSubhanallah, indahnya persaudaraan :)
BalasHapusSubhanallah ada rahma mampir *sodorin es krim*
Hapus